Senin, 15 Juni 2026
Sejarah Penulisan Alkitab
Sejarah penulisan Alkitab. Kita mengenal Alkitab sebagai kitab suci umat agama Kristen dan Katolik. Di dalamnya ada banyak sekali petunjuk hidup yang bermanfaat.
Alkitab merupakan sebutan untuk kitab suci umat Kristen Protestan dan Katolik. Alkitab itu meskipun umumnya dicetak sebagai satu jilid buku, namun aslinya merupakan kumpulan dari 66 kitab.
Kumpulan kitab tersebut secara resmi diakui oleh umat Kristen sebagai kitab yang telah diilhami oleh Tuhan Allah. Awal-mula Alkitab diyakini berasal dari bahasa Ibrani/Aram, kemudian mulai diterjemahkan ke berbagai bahasa dunia.
Tentu saja ada banyak sejarah penulisan Alkitab yang harus diketahui oleh umat Kristiani. Bagi yang masih belum tahu, di bawah ini kami akan menjelaskannya kepada Anda, silahkan disimak.
Pengelompokkan Alkitab
Sebelumnya perlu diketahui bahwa ada dua pengelompokkan Alkitab, yaitu Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru.
1. Kitab Suci Perjanjian Lama
Berisi 39 kitab mulai dari kitab Kejadian – Maleakhi. Kitab Perjanjian Lama tersebut lebih mengarah pada pembahasan arti bersyukur dalam Alkitab dalam karya Allah untuk menyiapkan kedatangan Tuhan bagi bangsa Israel. Itu bisa terlihat jelas dalam kitab Kejadian dan Yesaya.
2. Kitab Suci Perjanjian Baru
Berisi 27 kitab mulai dari kitab Matius – Wahyu. Kitab Perjanjian Baru lebih mengarah pada karya-karya atau mukjizat yang dilakukan oleh Yesus Kristus. Mukjizat ini pun terlihat nyata dan disaksikan oleh sebagian orang. Hal ini bisa dilihat dalam Kitab Injil (Matius, Markus, Lukas, Yohanes), Sejarah (Kisah Para Rasul), Surat-Surat Paulus (Roma – Filemon), Surat-Surat Umum (Ibrani – Yudas), dan Ramalan (Wahyu).
Siapa yang Menulis Alkitab
Sejarah penulisan Alkitab tidak ditulis oleh Allah, Dia menafaskan Alkitab sampai bisa ada dan dimengerti, seperti saat ini. Allah menuntun dan mengilhami manusia untuk bisa menuliskan isi Alkitab.
Alkitab telah dituliskan kurang lebih oleh 40 orang. Setiap orang memiliki pandangan berbeda sehingga ada persepsi yagn berbeda. Meski demikian isi Alkitab tidak bertentangan satu sama lain, berikut nama-nama penulis dalam Alkitab dan kitab yang ditulisnya.
Musa (1400 SM) – Menuliskan kitab Kejadian, Keluaran, Imamat, Bilangan, Ulangan, dan Ayub
Yosua (1350 SM) – Yosua
Samuel / Natan / Gad (1000-900 SM) – Kitab Hakim-Hakim, Rut, 1 Samuel, dan 2 Samuel
Salomo (900 SM) – Kitab Amsal, Pengkotbah, dan Kidung Agung
Yoel (850 SM) – Kitab Yoel
Amos (750 SM) – Kitab Amos
Hosea (750 SM) – Kitab Hosea
Yesaya (700 SM) – Kitab Yesaya
Yunus (700 SM) – Kitba Yunus
Mikha (700 SM) – Kitab Mikha
Zefanya (650 SM) – Kitab Zefanya
Yeremia (600 SM) – Kitab Yeremia dan Ratapan
Obaja (600 SM) – Kitab Obaja
Habakuk (600 SM) – Kitab Habakuk
Yeremia (600 SM) – Kitab 1 Raja-Raja dan 2 Raja-Raja
Yehezkiel (550 SM) – Kitab Yehezkiel
Daniel (550 SM) – Kitab Daniel
Hagai (520 SM) – Kitab Hagai
Zakharia (500 SM) – Kitab Zakharia
Ezra (450 SM) – Kitab 1 Tawarikh, 2 Tawarikh, Ezra, dan Nehemia
Maleakhi (430 SM) – Kitab Maleakhi
Daud dan beberapa penulis lainnya (1000 SM – 400 SM) – Kitab Mazmur
Mordekhai (400 SM) – Kitab Ester
Yohanes (90 M) – Kitab Yohanes, 1 Yohanes, 2 Yohanes, 3 Yohanes, dan Wahyu
Paulus, Lukas, Barnabas, atau Apolos (65 M) – Kitab Ibrani
Lukas (65 M) – Kitab Kisah Para Rasul
Petrus (60 M) – Kitab 1 Petrus dan 2 Petrus
Yudas (60 M) – Kitab Yudas
Lukas (60 M) – Kitab Lukas
Matius (55 M) – Kitab Matius
Paulus (70 M – 50 M) – Kitab Roma, 1 Korintus, 2 Korintus, Efesus, Galatia, Kolose, 1 Tesalonika, 2 Tesalonika, Filipi, Titus, Filemon, 1 Timotius, dan 2 Timotius
Markus (50 M) – Kitab Markus
Yakobus (45 M) – Kitab Yakobus
Sejarah Penulisan Alkitab dalam Kristen
Langsung saja ini dia pembahasan lengkap mengenai sejarah penulisan Alkitab dalam agama Kristen. Berikut ulasan dan panduannya dirangkum dari berbagai sumber terpercaya.
1. Kanon Yunani
Di masa Kanon Yunani, yang digunakan adalah Alkitab Perjanjian Lama, isinya masih dalam bahasa Yunani. Kitab ini dipakai oleh orang Yahudi dan orang-orang yang tinggal di luar Palestina. Penerjemahan dari bahasa Ibrani ke bahasa Yunani juga terjadi pada abad ke 3-2 SM. Kitab ini diterjemahkan 70 orang Yahudi.
Di masa itu nabi diperintahkan untuk menerjemahkan Alkitab yang dituliskan pada 1.400-400 SM. Proses penerjemahannya dilakukan terpisah, setiap nabi menerjemahkan Alkitab di negara tinggal masing-masing. Penyusunan kalimatnya pun menjadi 50% berbeda.
Dalam kanon Yunani ada 4 kelompok susunan, yaitu sebagai berikut.
Taurat Tuhan, terdapat dalam kitab Kejadian, Keluaran, Imamat, Bilangan, dan Ulangan
Kitab-kitab sejarah, yaitu kitab Yosua, Hakim-Hakim, Rut, 1 Raja-Raja, 2 Raja-Raja, 1 Samuel, 2 Samuel, Ezra, Nehemia, Ester, 1 Tawarikh, dan 2 Tawarikh
Sastra, terdapat dalam kitab Mazmur, Ayub, Pengkotbah, Mazmur, dan Kidung Agung
Kitab-kitab nubuat, yaitu Yesaya, Ratapan, Yehezkiel, Yeremia, Daniel, Yoel, Amos, Hosea, Obaja, Yunus, Mikha, Hagai, Zakharia, Maleakhi, dan Zefanya
2. Kanon Yahudi
Di tahun 90-100 M, orang Yahudi menggunakan kanon kitab suci untuk pertama kali. Kaononisasi ini dilakukan nabi berdarah Farisi di Yamnia. Pengelompokannya jgua dilakukan dalam beberapa bagian, yaitu:
Taurat Tuhan, terdapat pada kitab Kejadian, Keluaran, Imamat, Bilangan, dan Ulangan
Nabi-nabi terdahulu, yaitu Yosua, Hakim-Hakim, Raja-Raja, Samuel, Yesaya, Yeremia, dan Yehezkiel
Kitab-kitab, yaitu Mazmur, Amsal, Ayub, Rut, Ratapan, Kidung Agung, Ester, Daniel, Pengkotbah, Daniel, Ezra, Nehemia, dan Tawarikh
3. Kanon Deuterokanonika
Alkitab juga ditermehakn ke bahasa Latin, pada abad 4 M diadakan pembaruan dari bahasa Yunani ke Latin. Beberapa isinya diragukan merupakan sabda Tuhan, namun isi yang berhaisl diterjemahkan pada 400-100 SM dianggap baik oleh kebanyakan pemuka agama.
4. Kanon Katolik
Dalam kanon Katolik, uskup didorong melakukan konsili untuk bisa menetapkan jumlah Alkitab secara pasti. Keputusan ini terjadi pada Konsili Trente melalui sebuah dekrit De Canonic is Scripturis. Selanjutnya ditetapkanlah isi Alkitab yaitu 39 Perjanjian Lama dan 27 Perjanjian Baru.
5. Kanon Kristen
Kanon Kristen mengakui 27 kitab Perjanjian Baru yang diakui Katolik. Tapi mereka tidak mengakui kitab deuterokanonika. Kitab itu namun masih tetap berguna dan masih dibaca sebagai bahan perenungan. Gereja anglikan menjadi satu-satunya yang masih sering memakai deuterokanonika.
Akhir Kata
Mungkin itu saja pembahasan dari kami mengenai sejarah penulisan ayat alkitab. Semoga apa yang sudah kami sampaikan bermanfaat khususnya untuk menambah wawasan kerohanian kita.
Sumber: bersamakristus.org
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar